Indonesia Tanah Airku

Indonesia Tanah Airku

Oleh: Ahmad Humam

Bak perawakan perawan
Kini Nusantara sudah terlacurkan
Bagaikan roda yang telah bobrok, bocor di sana-sini
Pendidikan, kebudayaan, pemerintahan, birokrasi
Ah..sama saja
Tak ada lagi yang perawan
Semua sudah terlacurkan
Tapi, inilah Indonesiaku
“Anak-anak bernyanyi.
Dari Sabang sampai Merauke.
Bagaikan intan kemilau sinar.
Neneknya menangis kehilangan mimpinya”

Dulu sewaktu tanah lapang masih terhampar luas
Multikultural begitu kentara sekali
Ada dakonan, cublek-cublek suweng, nekeran, bentengan, layangan dan seterusnya
Rasanya nyata dipelupuk mata
Tapi sekarang enyah di dunia antah berantah
Terkubur jadi satu
Ditimbun pohon-pohon besi, aspal-aspal panas dan asap yang mengepul penuh debu
“Di sini batu-batu dipecah berbiji emas.
Krikil digosok kemilau jadi permata.
Alhamdulillah Indonesia.
Alhamdulillah Indonesia.
Tumpah darahku tercinta”

Matahari dulu sinarnya begitu syahdu
Mata air ku dulu mancur bak kolam susu
Burung-burungku dulu mencuar jadi irama yang sangat merdu
Pohon-pohonku dulu bagai rumah raksasa yang berikan nyaman.
Tapi sekarang!!!
Matahari tak punya malu, panas sekali
Mata airku bak kencing para kecoak
Burung-burungku mati tertembak tak mencuar
Masya Allah….
Apa ini peradaban Indonesiaku sekarang?
Dulu syahdu sekarang rancu
Dulu sungguh memikat sekarang tak kuat
“Fiuh…Masya Allah Indonesia.
Masya Allah Indonesia
Tanah airku tercinta”

Baiklah, sekarang baiknya bagaimana?
Apa kita bersama-sama mati bunuh diri?
Atau….
Hidup hanya melamun menunggu Izrail?

Emm…..ya sudahlah,
Kalau masih ada jalan kita merangkak bersama
Kalau tak ada apa-apa.
Mari kita berdendang bersama,

“Dari Sabang sampai Merauke.
Berjajar pulau-pulau.
Sambung menyambung menjadi satu.
Itulah Indonesia Indonesia tanah airku.
Aku berjanji padamu.
Menjunjung tanah airku.
Tanah airku Indonesia”

2008

Leave a Response