Menyoal Media

menyoal media

TOR ObrolanSantri | Kamis, 17 maret 2016 | Pendopo Cakraningrat Tawangsari Rembang (Rumah Dalang Sigit Arianto)

Mulai melek bangun tidur hingga mau tidur [lagi], aktifitas kita tak lepas dari media, media komunikasi dan/atau media massa. Sebagai makhluk yang memerlukan informasi dan selalu berkomunikasi, kemanapun kita pergi dan dimanapun kita berada–media akan selalu mengiringi.

Ketika menyoal media massa, banyak pertanyaan menyembul dari benak pikiran seiring dan terkait dengan sederet nama dan fungsinya, jenis dan variannya, peran dan implikasinya, pola dan cara masyarakat menggunakannya, dan lain-lain sebagainya.

Sebagai konsep, “media” dimengerti sebagai bentukan dari kata “mediasi” yang berarti “perantara” atau “sarana”. Apa yang diperantarai? Tujuan apa yang ingin dicapai melalui sarana media? Dalam pengertian umum, mediasi dan media mencakup apapun yang dijadikan sarana dan perantara dalam menyampaikan informasi kepada khalayak, dengan segala varian dan bentuknya.

Demikianlah asal-muasal media massa menjadi sangat signifikan dalam kehidupan kita. Saking signifikannya media massa, banyak disiplin pengetahuan yang ramai-ramai–dengan perangkat teorinya masing-masing–nyengkuyung perkembangannya. Sebutlah: ilmu komunikasi, teknologi komunikasi, ilmu komputasi. Tafsir-tafsir ilmiah juga bermunculan, baik dari sosiologi, politik, antropologi, sastra, maupun psikologi. Ini memperlihatkan bahwa kebudayaan kita semakin komplek dan kaya dengan adanya media massa.

Bagaimana memahami media massa dan mengklasifikasi aneka rupa bentuknya? Jika informasi berpotensi mendorong pergerakan sosial dan budaya, apa dan bagaimana peran media massa dalam rangka mengembangkan peradaban manusia? siapa yang ada di baliknya? Bagaimana posisi masyarakat dalam jejaring dan arus informasi?

Inilah pertanyaan-pertanyaan yang akan meramaikan jagongan kita, di sela-sela nyeruput kopi disambi ngudi-roso mencecap inspirasi.

sourec: http://freedomfellowshipep.com/resources/media.jpeg

Leave a Response